Minggu, 14 Agustus 2011
Berkhidmat Pada Suami
Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah
Pulang dari bekerja, semestinya adalah waktu untuk beristrirahat bagi suami selaku kepala rumah tangga. Namun banyak kita jumpai fenomena di mana mereka justru masih disibukkan dengan segala macam pekerjaan rumah tangga sementara sang istri malah ngerumpi di rumah tetangga. Bagaimana istri shalihah menyikapi hal ini?
YA UKHTI…, JAUHILAH TABARRUJ…!
Penulis: Buletin Islamiy Al-Minhaj, edisi I /I Rubrik “Mar`ah Sholihah”
Apa itu Tabarruj…?
Tabarruj yakni bila “seorang wanita menampakkan perhiasannya dan kecantikannya serta terlihat bagian-bagian yang seharusnya wajib ditutupi, dimana bagian-bagian itu akan memancing syahwat pria.” [ Fathul Bayan 7 / 274 ]
Allah Azza wajalla tentang permasalahan ini berfirman dalam Surah Al-Ahzab:
(٣٣) ~ وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا ¯
artinya:
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kalian bertabarruj seperti bertabarruj-nya wanita jahiliyyah dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul-bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [QS Al-Ahzab : 33 ]
Tabarruj yakni bila “seorang wanita menampakkan perhiasannya dan kecantikannya serta terlihat bagian-bagian yang seharusnya wajib ditutupi, dimana bagian-bagian itu akan memancing syahwat pria.” [ Fathul Bayan 7 / 274 ]
Allah Azza wajalla tentang permasalahan ini berfirman dalam Surah Al-Ahzab:
(٣٣) ~ وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا ¯
artinya:
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kalian bertabarruj seperti bertabarruj-nya wanita jahiliyyah dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul-bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [QS Al-Ahzab : 33 ]
Isyratun Nisa`
Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Isyratun nisa’ merupakan tema yang sudah berulang dibicarakan dalam rubrik ini. Namun pertanyaan seputar masalah ini terus saja datang. Karenanya, tidak ada salahnya kita angkat kembali namun dalam kemasan lain. Satu bab dalam Kitabun Nikah dari kitab Al-Mulakhkhsash Al-Fiqhi karya Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah, ingin kami nukilkan untuk pembaca yang mulia. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.
Fanatik Buta
Masail al-Jahiliyyah Masalah ke-93
Fanatisme yang membabi buta/fanatik buta
Bahwasannya, fanatiknya manusia-manusia tersebut pada kelompoknya baik itu di atas kebenaran atau kebatilan. Hal ini adalah memang sesuatu yang wajib, yang ada pada mereka (masyarakat jahiliyah). Maka Allah menyebutkan apa yang mereka kerjakan.
Kunci Surga
Penulis: Al-Ustadz Agus Su’aidi As-Sidawy
Ibarat sebuah pintu, surga menbutuhkan sebuah kunci untuk membuka pintu-pintunya. Namun, tahukah Anda apa kunci surga itu ? Bagi yang merindukan surga, tentu akan berusaha mencari kuncinya walaupun harus mengorbankan nyawa.
Tetapi anda tak perlu gelisah, Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan pada umatnya apa kunci surga itu, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang mulia, beliau bersabda (yang artinya): “Barang siapa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh dengan penuh keikhlasan, maka dia akan masuk surga. “(HR. Imam Ahmad dengan sanad yang shohih).
Analogi Iblis
Penulis: Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsary
"Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah."
Umat Islam seluruhnya beriman bahwa Allah subhanahu wa ta'ala adalah Rabbnya, pengaturnya, Dzat yang maha bijaksana, maha mengetahui, maha kuasa, serta maha pengasih lagi maha penyayang, bersamaan dengan itu umat Islam juga beriman bahwa Allah telah mengutus para rosul untuk memberikan petunjuk pada mereka. Allah telah menurunkan Al Qur'an bersamanya, apa yang telah diberitakan oleh rosul, Allah telah memberitakannya dan apa yang diperintah oleh rosul, Allah telah memerintahkannya. Dialah Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana. Di dalam Al Qur'an Allah berfirman, "(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Qur'an yang diturunkanNya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmuNya, dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya." (QS An Nisaa: 166).
"Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah."
Umat Islam seluruhnya beriman bahwa Allah subhanahu wa ta'ala adalah Rabbnya, pengaturnya, Dzat yang maha bijaksana, maha mengetahui, maha kuasa, serta maha pengasih lagi maha penyayang, bersamaan dengan itu umat Islam juga beriman bahwa Allah telah mengutus para rosul untuk memberikan petunjuk pada mereka. Allah telah menurunkan Al Qur'an bersamanya, apa yang telah diberitakan oleh rosul, Allah telah memberitakannya dan apa yang diperintah oleh rosul, Allah telah memerintahkannya. Dialah Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana. Di dalam Al Qur'an Allah berfirman, "(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Qur'an yang diturunkanNya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmuNya, dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya." (QS An Nisaa: 166).
Sekilas Tentang Sejarah Munculnya Ahmadiyah
Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA
Banyak sisi kelam dari kisah hidup para nabi palsu yang terkubur oleh puja dan puji para pengikutnya. Mirza Ghulam Ahmad adalah contoh yang amat layak diketengahkan. Bagaimana sesungguhnya akhlak dari “nabi” orang-orang Ahmadiyah ini?
Dengan menengok –walau sekilas– tentang sejarah munculnya sekte Ahmadiyah ini, diharapkan kita akan mengenal dengan jelas jati diri mereka dan pimpinan mereka.
Banyak sisi kelam dari kisah hidup para nabi palsu yang terkubur oleh puja dan puji para pengikutnya. Mirza Ghulam Ahmad adalah contoh yang amat layak diketengahkan. Bagaimana sesungguhnya akhlak dari “nabi” orang-orang Ahmadiyah ini?
Dengan menengok –walau sekilas– tentang sejarah munculnya sekte Ahmadiyah ini, diharapkan kita akan mengenal dengan jelas jati diri mereka dan pimpinan mereka.
Mengenal abu Sangkan dan Keilmuannya (II)
Al-Ustadz Abu Umamah Abdurrohim bin Abdulqohhar al-Atsary
Bagaimana Kedudukan Ahli Kalam, Tokoh Sufi Di Dalam Islam?
Mereka itu seperti yang dikatakan oleh asy-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah :
“Mereka itu dari jenis dukun, tukang sihir yang telah turun kepada mereka syetan, sebagaimana firmanNya:
“Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syetan-syetan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa”. (QS.asy-syu’aro’: 221-222) (Majmu’,11/98)
“Sesungguhnya syetan itu membisikkan kepada kawan-kawannya”. (QS. Al-anam:121)
Bagaimana Kedudukan Ahli Kalam, Tokoh Sufi Di Dalam Islam?
Mereka itu seperti yang dikatakan oleh asy-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah :
“Mereka itu dari jenis dukun, tukang sihir yang telah turun kepada mereka syetan, sebagaimana firmanNya:
“Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syetan-syetan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa”. (QS.asy-syu’aro’: 221-222) (Majmu’,11/98)
“Sesungguhnya syetan itu membisikkan kepada kawan-kawannya”. (QS. Al-anam:121)
Langganan:
Postingan (Atom)




